20 Maret 2015



Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
SEORANG anak bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, karena ia mempunyai sifat berlainan dari orang dewasa. Ia harus tumbuh dan berkembang sampai dewasa agar dapat berguna bagi masyarakat. Walaupun pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, seorang anak dalam banyak hal bergantung kepada orang dewasa, misalnya mengenai makan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dan sebagainya. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang, misalnya keperluan dan lingkungan anak pada waktu tertentu agar anak dapat tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya.

Sebuah organ yang tumbuh berarti organ itu akan menjadi besar, karena sel-sel dan jaringan di antara sel bertambah banyak. Selama pembiakan, sel berkembang menjadi sebuah alat (organ) dengan fungsi tertentu. Pada permulaannya, organ ini masih sederhana dan fungsinya belum sempurna.Lambat laun organ tersebut dengan fungsinya akan tumbuh dan berkembang menjadi organ yang matang, seperti yang diperlukan orang dewasa. Dengan demikian pertumbuhan, perkembangan dan kematangan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain.
Untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimum diperlukan berbagai faktor misalnya makanan harus disesuaikan dengan keperluan anak yang sedang tumbuh. Penyakit infeksi akut maupun kronis menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahan penyakit menular merupakan hal yang penting, di samping diperlukan bimbingan, pembinaan, perasaan aman dan kasih sayang dari ayah dan ibu yang hidup rukun, bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat.
Sebelum bayi lahir terdapat pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sekali, yaitu dari seorang makhluk yang terdiri hanya dari satu sel sampai terjadi seorang bayi yang setelah dilahirkan dapat hidup sendiri terpisah dari ibunya. Triwulan pertama masa embrio sangat penting, karena merupakan masa pembentukan organ dan beberapa organ telah mulai bekerja. Bila dalam masa ini pertumbuhan embrio dipengaruhi oleh obat, penyakit virus atau radiasi, maka akan terjadi perubahan pada organ yang sedang tumbuh tersebut yang selanjutnya akan menyebabkan kelainan bawaan.
Dalam triwulan berikutnya janin lebih tahan, beberapa organ telah selesai pertumbuhannya. Pada masa ini terutama terjadi perkembangan fungsi dan panjang janin juga bertambah. Akhir bulan keempat panjang janin 35 cm (kira-kira 70% dari panjang badan bayi baru lahir). Selama triwulan terakhir, berat badan bertambah dengan cepat sekali dan terutama terdapat penambahan jaringan lemak di bawah kulit. Bayi lahir dengan berat rata-rata 3000 gram dan panjang badan 48 cm di Indonesia, sedangkan di negara maju berat badan rata-rata bayi baru lahir adalah 3300 gram dan panjang 50 cm.
Pada bayi baru lahir besar kepala merupakan 1/4 panjang badan, sedangkan anggota gerak kira-kira 1/4 panjang badan. Besar kepala orang dewasa hanya 1/8 panjang badannya dan anggota geraknya 1/2 panjang badannya. Pada umur 2 tahun, umbilicus merupakan pusat badan, sedangkan pada orang dewasa pusat badan adalah simfisis. Berat fetus 90% terdiri dari air, sedangkan pada bayi baru lahir 70-80% dan pada orang dewasa 50%. Setelah bayi lahir, berat badan akan menurun karena kurangnya minum, kehilangan cairan tubuh melalui kencing, pernafasan kulit dan mekonium. Penurunan fisiologis ini dapat mencapai 10% dari berat badan waktu lahir. Sesudah 10-14 hari berat badan waktu lahir dapat dicapai kembali. Ciri khas dari anak ialah ia selalu berubah baik secara jasmaniah maupun secara fungsionil.
Tahap pertumbuhan anak:
  1. Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun.
  2. Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik.
  3. Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun).
  4. Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti.
Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan 23 cm (dinegeri maju 25 cm), sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (75 cm di negeri maju). Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm per-tahun.
Formula yang dipakai untuk menentukan panjang anak dari umur 3 tahun adalah:
Panjang badan = 80 + 5n cm.
Keterangan: n = jumlah umur dalam tahun
Panjang badan, umur:
1 tahun = 1½ X panjang lahir
4 tahun = 2 X panjang lahir
6 tahun = 1½ X panjang umur 1 tahun
13 tahun = 3 X panjang lahir
dewasa = 2 X panjang umur 2 tahun

Lingkaran kepala bayi baru lahir di Indonesia 33 cm (di negeri maju 35cm), kemudian pada umur 1 tahun menjadi 44 cm (di negeri maju 47 cm). Pada umur 10 tahun menjadi 53 cm dan pada orang dewasa 55-58 cm. Ukuran lingkar kepala penting diketahui yaitu untuk mengetahui perubahan dalam pertumbuhan otak. Selama masa prasekolah, berat badan naik setiap tahun dengan 1 ½-2 Kg di Indonesia (di negeri maju 2-3 Kg).

Formula yang digunakan untuk menentukan berat badan adalah:
Berat badan = 8 + 2n Kg
Keterangan: n = jumlah umur dalam tahun.
Berat badan, umur:
  • 1 tahun = 3 X berat badan lahir
  • 2 ½ tahun = 4 X berat badan lahir
  • 6 tahun = 2 X berat badan umur 1 tahun
Pada masa prasekolah dan sekolah anak akan tampak kurus yaitu karena pertumbuhan beberapa organ, jumlah jaringan lemak di bawah kulit mengurang. Masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa merupakan masa yang sangat penting. Masa ini disebut masa akil balik. Sesaat sebelum dan sewaktu masa akil balik, jaringan lemak terdapat lagi di bawah kulit, sehingga berat badan bertambah pula. Selama masa ini terdapat perbedaan mengenai jaringan lemak yang terdapat di sekitar panggul, payudara dan anggota gerak, sedangkan pada anak pria berat badan setelah akil balik tidak nyata bertambah. Penambahan berat badan ini tergantung dari makanan, hormon dan faktor keturunan.
Pada permulaan akil balik, pertumbuhan cepat sekali. Dalam masa yang pendek ini panjang anak dapat bertambah lebih kurang 10 cm per-tahun. Sampai akil balik pertumbuhan anak pria dan wanita kecepatannya berkurang menurut norma tertentu, tetapi setelah itu terdapat perbedaan. Pada wanita di negeri maju akil balik mulai 2 tahun lebih cepat dari pada pria (growthspurt) sehingga pertumbuhan cepat terdapat lebih dahulu daripada pria. Namun jalannya pertumbuhan pria selama masa akil balik lebih cepat dibandingkan dengan anak wanita. Anak pria tumbuh dua tahun lebih lama dengan kecepatan 5 cm pertahun dan pada masa akil balik tumbuh beberapa cm lebih cepat daripada anak wanita, sehingga panjang anak pria kira-kira 12 cm lebih panjang dari anak wanita.
Penyakit akut yang berat dapat menghambat pertumbuhan anak, tapi bila hambatan yang terjadi tidak besar, maka keterlambatan pertumbuhan tersebut masih dapat dikejar. Selain penyakit, makanan, keadaan sosial-ekonomi, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, yaitu:
  1. Faktor genetis Tidak semua orang mempunyai panjang/tinggi badan yang sama. Kemampuan untuk menjadi panjang atau pendek diturunkan menurut ketentuan tertentu, sehingga anak yang tinggi biasanya berasal dari orang tua yang tinggi pula.
  2. Beberapa hormon yang mempengaruhi pertumbuhan.
  3. Hormon pertumbuhan hipofisis mempengaruhi pertumbuhan jumlah sel tulang.
  4. Hormon tiroid yang mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan tulang.
  5. Hormon kelamin pria di testis dan kelenjar suprarenalis dan pada wanita di kelenjar suprarenalis, merangsang pertumbuhan selama jangka waktu yang tidak lama. Di samping itu hormon tersebut juga merangsang pematangan tulang sehingga pada suatu waktu pertumbuhan berhenti. Hormon ini bekerja terutama pada pertumbuhan cepat selama masa akil balik.
Perubahan tubuh pada masa akil balik berlangsung karena pengaruh hormon kelamin dan hipofisis. Pada permulaan akil balik terdapat penambahan berat badan yang mencolok disertai dengan penambahan panjang badan. Pada anak wanita terdapat pembesaran uterus, ovarium, vagina pada umur8-10 tahun. Organ-organ ini mencapai kedewasaan pada umur 18-20 tahun. Pertumbuhan kelamin sekunder dimulai dengan membesarnya payudara yang didahului oleh pembesaran dan pigmentasi puting dan areola mamae. Bersamaan dengan ini pinggul menjadi lebar karena tulangnya menjadi lebar. Satu tahun kemudian terdapat pertumbuhan rambut di daerah pubis, setengah tahun kemudian terdapat pertumbuhan rambut di ketiak. Pada waktu ini terjadi menstruasi pertama, yang di negeri maju dimulai pada umur kira-kira 13 ½ tahun. Menstruasi ini berlangsung tidak teratur pada tahun pertama, tetapi kemudian menjadi teratur pada umur 16-18 tahun.
Pada anak pria, permulaan akil balik ditandai dengan pembesaran penis, testis dan scrotum. Pertumbuhan berupa pigmentasi dan kerut-kerutan juga terjadi pada scrotum. Ejakulasi terjadi pada umur kira-kira 15-16 tahun. Tidak lama sesudah pembesaran organ kelamin, terdapat pertumbuhan rambut di pubis, ketiak, kumis, janggut. Kemudian terdapat perubahan suara. Muka menjadi lebih jelas, bahu menjadi lebar dan terdapat penambahan jumlah dan kekuatan otot-otot. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa anak pria pada umur 18-20 tahun jasmaninya telah meningkat. Seluruh perkembangan gejala akil balik berlangsung menurut norma tertentu, walaupun juga terdapat perbedaan kecepatan antara anak yang satu dibandingkan dengan anak yang lain. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan, beberapa hormon, makanan dan adanya hambatan oleh penyakit. Gejala yang tidak sama untuk seluruh dunia ialah bahwa rata-rata manusia sekarang lebih cepat mengalami akil balik dan menjadi ebih tinggi. Hal ini akan mengakibatkan masalah bagi remaja maupun orang tuanya.

19 November 2014


Masih belum ngantuk padahal udah jam segini men... ah... dari pada nganggur.. mending coret-coret aja.. lgiyan udah lama gk coret-coret.....
tapi apa ya.... buat cerpen aja dech... walaupun masih acak-acakan tapi gk papa yang penting belajar... hehehe....
em..... apa ya... buat judul perpisahan aja dech... dan ini kisahnya.... tp kalau jelek jgn dihina ya... kasih masukan aja... oke men.... siiippp.......


Cerpen Perpisahan
 
Inilah suatu kisah tentang persahabatan, suatu kisah senantiasa mengingatkan akan memory terindah untuk sahabat-sahabat kita tercinta.
Pada suatu ketika ada seorang siswi yang bernama sinta dan 9 temannya yang duduk di bangku kelas XII SMA, dan mereka sudah bersahabat selama 3 tahun sejak mulai masuk di SMA itu sampai sekarang. Pada suatu hari ada sebuah kejadian atau peristiwa yang sangat menyedihkan bila semua murid mendengarnya. iya... itu adalah waktu diumumkannya Ujian Nasional atau UN akan berlangsung. hari demi hari mereka belajar.. mondar mandir,, sana sini mencari buku refrensi untuk ujian tersebut.. dan pada akhirnya ujian pun dilaksanakan.. hati mereka pun berdebar-debar, tak tau apa yang mereka perbuat, hanya berdo'a dan fokus akan soal ujian di depan mata. hari demi hari ujian pun telah usai.. hingga akhirnya pengumuman kelulusan ditempel di depan kantor sekolah.. 
sinta bertanya pada teman-temannya... hai semua gimana kalian.. mimpi apa kalian semalam.. mimpi sedih atau gembira... teman-temannya pun bengong mengingatnya.. di dalam hati mereka bertanya.. mimpi apa ya saya tadi malam... dan tiba-tiba sinta mengagetkan teman-temannya itu.. hayo.... mikirin apa kalian.. sambil ketawa terbahak-bahak.. kalian itu bengong aja.. aku hanya bercanda tadi bertanya soal mimpi kalian.. sekarang mari kita lihat pengumuman didepan kantor guru kira-kira kita lulus apa tidak... sambil nakut-nakuti teman-temannya...
seiring langkah menapak kaki melangkah, semakin dekat dengan pengumuman itu, wajah mereka tidak karu-karuan, ada yang cemberut, sedih, dan lain-lain modelnya, sinta pun yang tadi masih bisa bercanda sekarang mukanya ditekuk, karena takut akan tidak lulus.. 
dan akhirnya..... semua menjerit dan berteriak seraya berkata hore..... kita lulus... hore... dan diantara mereka yang dari jawa berteriak pak eeeee... mbok eeeee... anakmu lulus..... (bpk... ibuk... anakmu lulus).. dan mereka pun sangat-sangat bergembira dan saling berpelukan satu sama lain...
setelah beberapa hari dari kegembiraan itu merekapun bertemu disekolahan sambil bercanda-canda.. selain bersahabat mereka sudah kayak saudara sendiri... setelah akan pulang dari sekolah merekapun bersedih, bukan lantaran mereka sedih mau pulang kerumah masing-masing. tp karena mereka akan berpisah dengan tujuan mereka masing-masing dan tentunya mereka akan sulit untuk bisa bersama – sama lagi.
suatu hari sebelum terjadinya perpisahan, merekapun ingin sekali mencurahkan isi hati dan kebersamaannya yang mungkin bisa dikatakan bahwa hari itu merupakan hari terakhir untuk bisa bertemu, sebelum mereka benar-benar berpisah. Saat itu tujuan yang mereka sepakati adalah berkumpul dirumah sinta. 
Setelah waktu yang ditentukan satu persatu diantara merekapun berdatangan hingga sampai berkumpul semua. Peluk dan cium pipi merupakan suatu hal yang wajar bagi mereka, karena dengan itulah mereka saling mengasihi satu dengan yang lain. Di saat mereka sudah berkumpul bareng,  dengan situasi yang damai, tentram, seolah-olah mengerti akan suatu persahabatan diantara mereka. Dan merekapun mulai bercakap – cakap sambil bercanda seperti halnya dihari-hari sebelumnya. Seketika itu sinta berbicara kepada sahabatnya..

Sinta    : hey teman – teman apakah ini menjadi akhir dari kebersamaan kita...?
Della    : ya... gaklah sin.... meski kita besok dah lulus dan berpisah. paling tidak kan kita masih bisa berhubungan.. terus apa gunanya hp kalau kita tidak bisa saling menghubungi...
Devia   : iya bener tu kata della... masak setelah kita lulus kita juga mengakhiri persahabatan kita... gak seru kale...
Ita        : iya sin... persahabatan harus selamanya kita pegang,, persahabatan untuk selamanya.... oke teman-teman...
Firza     : iya.. iya... sudah... sekarang kita disini untuk bersenang-senang dan berkumpul untuk persahabatan kita.... jadi jangan pada galau gitu dong..
Amey  : plis... dech.... kita kan sahabat.... jangan sampai terpecah belah...
Sinta    : halah lebay kamu mey....
Amey  : biarin dari pada semua bersedih...
Alviah : emang kita mau berpisah ya.....
Devia   : nggak al.... tp mw bercerai...
Della    : hahahaha....... dasar kamu al... nglamun aja dari tadi, emang yang kamu pikirin apa,, kok sampai muka kamu tekuk gitu....
Firza      : iya al.. kenapa...
Alfiah    : aku sedih karena besok kita gak bisa bersama lagi..
Selfi     : udah al... gk usah bersedih... kan della dah bilang tadi,, kalau masih bisa berhubungan, walaupun jarak kita jauh...
Alfiah  : iya sch.... tp kan gk bisa bersama – sama terus....
Rita     : tapi setidaknya kan masih bisa bercanda al.. lewat Hp. facebook. catting. dll.. kan jaman sekarang udah canggih.... bener gak teman – teman....
Firza    : bener tu yang dikatakan rita...
devia   : besok kita udah gak bersama – sama lagi seperti ini,, dirumah,, disekolah,,, pasti sepi dech gak da kalian semua...
Firza     : em.... bener juga ya.. gimana ya rasanya besok,, pasti aku merindukan kalian semua...
Ira        : huf.... kenapa ya kita kok ada kata berpisah.... gk terus bisa bersama..
Sinta    : iya namanya juga hidup ra... ada pertemuan jg ada perpisahan... yang penting kita semua harus ingat, bahwa persahabatan kita akan terus selamanya..
Amey : yaiyalah... plis dech... kita kan sahabat....
Ita        : kamu tu dari tadi lebay dech mey...
Selfi     : bener tuh.. kata sinta..
Ira        : iya sch.... setiap pertemuan pasti ada perpisahan..
Rita     : eh.... kalian semua ingat gak waktu diajar dikelas yang ngantuk siapa...
Semuanya serentak jawab... alfiah...... dan merekapun tertawa terbahak – bahak...
Alfiah  : ih... kalian ini jangan gitu dong.. aku kan jadi malu....

Bercanda dan terus bercanda.. itulah kebersamaan mereka disetiap waktu, disekolah maupun dirumah.. dan kebersamaan mereka menjadi suatu memory persahabatan yang tak terlupakan.
Dan hari mulai sore... di hati mereka tak ingin sekalipun kembali dan berpisah meninggalkan sahabat-sahabat tercinta, tapi... bagaimanapun waktu jualah yang memisahkan mereka....
Dan mereka satu persatu berpelukan, sambil menetaskan air mata.... tak tahan rasanya akan suatu perpisahan ini,, berat rasanya.... tapi waktu berkata lain,, dan semua akan berpisah,,, sambil melambaikan tangannya,, rita, firza, ira, amey, della, devia, ita, alviyah dan selfi meninggalkan rumah sinta...
Sembari berkata, selamat jalan sahabat-sahabatku... semoga waktu mempertemukan dan menyatukan kita lagi....

......TAMAT.......

satu pesan yang ingi saya sampaikan... sayangilah teman dan sahabat kalian.. karena mereka yang akan selalu menjaga, merawat, dan mengenang kita dimasa suka dan duka kita...
suatu kehidupan akan terasa indah jika kita mengerti arti dari sebuah persahabatan.

Ingat men... jika mau copas... jangan lupa ya sertakan alamatnya... makasih atas kunjungannya...

..........SALAM SAHABAT...............

09 April 2014

Agama Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin sangat menganjurkan kepada manusia untuk selalu belajar, bahkan Islam mewajibkan kepada setiap orang yang beriman belajar. Setiap apa yang diperintahkan Allah untuk dikerjakan, maka dibalik perintah Allah tersebut pasti terkandung hikmah atau sesuatu yang penting bagi manusia itu sendiri. Demikian juga dengan perintah untuk belajar, beberapa hal yang penting berkaitan dengan belajar antara lain:

1). Bahwa orang yang belajar akan dapat memiliki ilmu pengetahuan yang akan berguna untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupannya. Sehingga dengan ilmu pengetahuan yang didapatkannya manusia akan dapat mempertahankan kehidupannya. Dengan demikian orang yang tidak pernah belajar mungkin mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan atau mungkin ilmu pengetahuan yang mereka miliki sangat terbatas, sehingga mereka akan kesulitan ketika harus memecahkan persoalan-persoalan kehidupan yang dihadapinya. Karena itu kita diajak oleh Allah untuk merenungkan, mengamati, dan membandingkan, antara orang-orang yang mengetahui dan tidak, sebagaimana yang terdapat pada firman Allah QS Al-Zumar : 9

“ Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya, hanya orang-orang yang berakalah yang mampu menerima pelajaran”.

2). Allah melarang manusia untuk tidak mengetahui segala sesuatu yang manusia lakukan. Apapun yang dilakukan manusia mereka harus mengetahui kenapa mereka melakukan sesuatu perbuatan. Dengan belajar kita dapat menengetahui apa yang kita lakukan, sehingga manusia dapat memahami tujuan dari segala perbuatannya. Selain itu, dengan belajar manusia akan memiliki ilmu pengetahuan dan terhindar dari taqlid buta, karena setiap apa yang kita perbuat akan dimintai pertanggungan jawaban oleh Allah, sebagaimana firmanNYA pada Al-Isra: 36,

“Dan janganlah kamu membiasakan diri pada apa yang kamu tidak ketahui, karena sesungguhnya penglihatan, pendengaran, dan daya nalar pasti akan ditanyai tentang hal itu”.

Aktivitas mengetahui adalah hasil dari belajar. Hanya orang-orang yang belajarlah yang mampu memahami:

Dan perumpamaan-perumpamaan ini kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu. (QS. Al-Ankabut/29:43).

Dan hanya orang-orang yang berilmulah yang takut kepada Allah:
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama…(Qs.Faatir/35:28).

3). Dengan ilmu yang dimiliki oleh manusia melalui proses belajar, maka Allah akan memberikan derajat yang lebih tinggi kepada hambanya. Hal ini dinyatakan dalam surat Mujadalah: 11 yang berbunyi :

“…. niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang beriman dan berilmu”.

Ilmu dalam hal ini bukan hanya pengetahuan tentang agama saja, tetapi juga ilmu non-agama yang relevan dengan tuntutan kemajuan zaman. Selain itu, ilmu tersebut juga harus bermanfaat bagi kehidupan orang banyak dan diri orang yang menuntut ilmu.

1. Pengertian Belajar. Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan idividu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam bahasa asingnya: “Leaning is a change in the individual due to intruction of that individual and his environment, which fells a need and makes him more capable of dealing adequately with his environment” (W.H Burton, The Guidance of Learning Activities, 1984). Dalam pengertian ini terdapat kata change atau “perubahan” yang berarti bahwa seseorang yang telah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku, baik dalam aspek pengetahuannya, keterampilannya, maupun dalam sikapnya. Perubahan tingkah laku dalam aspek pengetahuannya ialah, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari bodoh menjadi pintar. Dalam aspek keterampilan ialah, dia tidak bias menjadi bias, dari tidak terampil menjadi terampil. Dalam aspek sikap ialah, dari ragu-ragu menjadi yakin, dari tidak sopan menjadi sopan, dari kurang ajar menjadi terpelajar. Hal ini merupakan salah satu criteria keberhasilan belajar yang diantaranya ditandai oleh terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar. Tanpa adanya perubahan tingkah laku, belajar dapat dikatakan tidak berhasil atau gagal.
Perubahan tidak akan terjadi apabila tidak ada usaha dari guru sebagai pengajar tanpa adanya usaha yang gigih, sebagai mana diungkapkan salam Al-Qur’an QS. Al-Fath ayat 23
Artinya: “Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu”.
Ernest R. Hilgard dalam bukunya Introduction to psychology mengemukakan: “We may define lerning as the process by which an activity originates or is changed through responding to asituation, provid the change cannot be attributed to growth or the temporary state of the organism (as fatique or under drugs).” Terjemahan bebasnya ialah” Belajar adalah suatu proses dimana ditimbulkan atau diubahnya suatu kegiatan karena mereaksi suatu keadaan. Perubahan itu tidak disebabkan oleh suatu proses pertumbuhan (kematangan) atau keadaan organisme yang sementara (seperti kelelahan atau karena pengaruh obat-obatan).”
H.C. Witherington dalam bukunya Educational Psycology mengemukakan bahwa “Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan kepribadian atau suatu pengertian.”
Ketiga definisi tersebut menunjukan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia. Perubahan tingkah laku ini bukan disebabkan oleh pross pertumbuhan yang bersifat fisiologis atau proses kematangan. Perubahan yang terjadi karena belajar dapat berupa perubahan-perubahan dalam kebiasaan (habitat), kecakapan-kecakapan (skill) atau dalam ketiga aspek yakni pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan keterampilan (psikomotor). Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini mengandung arti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh peserta didik atau sisiwa.
Pandangan seorang guru terhadap pengertian belajar akan mempengaruhi tindakannya dalam membimbing siswa untuk belajar. Seorang guru yang mengartikan belajar sebagai menghafal fakta tentunya akan lain cara mengajarnya dibandingkan dengan guru lain yang mengartikan bahwa belajar sebagai suatun proses perubahan tingkah laku. Untuk itu penting artinya pemahaman guru akan pengertian belajar tersebut.
2. Pengertian Mengajar
Seanjutnya kita beralih dari pengertian belajar pada pengertian mengajar yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan, antara lain yang akan dikemukakan berikut ini. Jerome S. Bruner dalam bukunya Toward a Theory of Intruction mengemukakan bahwa “Mengajar adalah menyajikan ide, problem, atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami ole setiap siswa.”
Mengajar ini juga sama pentingnya dengan belajar, karena tanpa ada yang mengajar belajarpun tidak akan maksimal, walau ada sebahagian kecil orang yang dapat belajar otodidak Itanpa adanya seorang pengajar). Tuntutan mengajar ini telah di contohkan dalam Al-Qur’an langsung oleh Alloh SWT kepada nabi Isa AS. yaitu dalam QS Al-Ma’idah ayat 110 berbunyi:
Artinya” “(ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul qudus. kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (Ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, Kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. dan (Ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (Ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (Ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.
Selanjutnya firman Alloh dalam QS. Al-Alaq ayat 5
Artinya: “Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Teknik untuk menyederhanakan bahan yang akan disajikan tersebut menurut Bruner adalah dengan cara enactive, iconic, dan symbolic. Penyajian enactive adalah penyajian suatu bahan pelajaran dalam bentuk gerak atau dalam bentujk psikomotor. Cara penyajian ini amat sederhana, kongkret, bahkan dapat dikatan primitif. Penyajian iconic melibatkan penggunaan grafik dalam penyajian suatu ide, objek atau prinsip. Cara penyajian ini lebih abstrak bila dibandingkan dengan penyajian enactive. Sedangkan penyajian symbolic adalah dengan menggunakan bahasa dan penyajiannya hendaknya mengikuti perkembangan jiwa anak. Dengan demikian, guru dapat memilih cara penyajian mana yang akan diterapkan dalam menyampaikan materi pelajarannya terhadap siswanya, dengan memperlihatkan tinglkah perkembangan jiwa anak tersebut. Bruner percaya bahwa semua hgal dapat diajarkan pada semua tingkat usia. Dalam hal ini ia telah membuktikannya dengan mengajarkan persamaan kuadrat kepada anak yang masih muda melalui cara penyajian yang kurang abstrak.
Brinr berpendapat bahwa guru perlu sekali menganalisis benar-benar bahan pelajaran yang harus dipelajari siswa, menentukan tingkat kesukarannya, dan menentukan cara penyajiannya yang tepat sesuai dengan tingkat perkemban.gan kejiwaan anak yang akan mempelajarinya. Untuk keperluan ini, guru perlu benar-benar memperhatiakn predisposisi sisiwa dalam belajar dan pengalaman –pengalaman  belajar yang pernah dipelajari atau dialaminya, serta struktur pengetahuan yang harus ia ajarkan kepada siswa-siswanya.
Mengingat mengajar merupakan suatu perbuiatan yang memerlukan tanggung jawab moral, maka berhasilnya pendidikan siswa secara formal terletak pada tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Mengajar merupakan suatu perbuatan atau pekerjaan yang bersifat unik, tetapi sederhana. Dikatan unik karena berkenaan dengan manusia yang belajar, yakni siswa dan guru yang mengajar serta bertalian erat dengan manusia didalam masyarakat. Dikatan sederhana karena mengajar dilaksanakan secara preaktis dalam kehidupan sehari-hari dan mudah dihayati oleh siapa saja.
3. Pentingnya Belajar
Tuntutan untuk belajar ini diwajibkan bagi setiap orang muslim, sebagaimana sebuah hadis menjelaskan yang artinya: “Tuntutlah ilmu sejak dalam buaian hingga masuk liang lahat”.
Pelajaran yang di pelajaripun tidak hanya terfokus pada pelajaran agama saja, tapi universal pada ilmu-ilmu umum, sepanjang ilmu itu tidak bertolak belakang dengan ajaran-ajaran Islam. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits yang artinya: “Cariah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”. Dari hadits tersebut jelaslah bahwa sejarah mencatat pada waktu nabi belum lahirpun di negeri Cina sudah berkembang ilmu pengetahuan, sehingga pada waktu Nabi terlahir Nabi menganjurkan kepada para sahabat untuk menuntut ilmu pengetahuan ke negeri Cina yang pada waktu itu notabene di Cina belum terjamah oleh dakwah Islam.
Tuntutan belajar sangatlah penting sehingga saking pentingnya belajar, pahalanyapun sama dengan berjihad fi sabilillah, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an QS. At Taubah ayat 122 berbunyi:
Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
Firman Alloh QS. Al-Mujadalah ayat 11
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
4. Pentingnya Mengajar
Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Atau dapat pula dikatan bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran sehingga menimbulkan terjadinya proses belajar pada diri siswa. Pengertian ini memngandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar siswa yang mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang terdapat di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengertian ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh W.H.Bruner “Theaching is the guidance of lerning activitas.”
Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa mengajar merupakan sebuah seruan kepada perubahan, intinya perubahan itu merupakan perubahan yang baik. Saking pentingnya mengajar di dalam Al-Qur’an pun dijelaskan bahwa orang yang menyeru/mengajak kepada kepaikan maka akan diberi pahala yang besar. Sebagaimana firman Alloh dalam QS. Al-Ahqaf ayat 31:
Artinya: “Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
Pemahaman akan pengertian dan pandangan guru terhadap mengajar akan mempengaruhi peranan dan aktivitasnya dalam mengajar. Sebaliknya, aktivitas guru dalam mengajar serta aktivitas siswa dalam belajar akan sangat bergabntung pula pada pemahaman guru terhadap mengajar. Mengajar bukan skedar proses penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan mengandung makna yang lebih luas dan kompleks, yaitu terjadinya komunikasi dan interaksi manusiawi dengan berbagai aspeknya.
Peristiwa belajar-mengajar banyak barakar pada berbagai pandangan sebagimana yang diungkapkan diatas. Pandangan tentang beklajar-mengajar tersebut banyak mengalami perkembangan selajan dengan tuntutan perkemabangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, sehingga timbul berbagai panadangan dan konsep baru dalam bidang pendidikan yang tentunya memberikan modus baru dalam strategi belajra mengajar. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan-perubahan atau inovasi yang cukup mendasar dalam pendidikan, antara lain timbulnya kebijaksanaan penyempurnaan kurikulum pada kurun waktu tertentu, sebagai penympurnaan kurikulum yang sudah dianggap tidak lagi mewadahi tuntutan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat saat ini.
Kurikulum suatu lembaga pendidikan menganut prinsip fleksibilitas. Hal ini m,engandung arti bahwa kurikulum hendaknya mengikuti perkembangan atau kemajuan zaman sehingga relevan dengan kondisi masyarakat pada \saat itu. Tanpa memperlihatkan prinsip ini pogram pendidikan apapun yang diterima anak akhirnya akan sia-sia karena tidak sejalan dengan kebutuhan kurikulum, mengingat kehidupan pun dinamis. Pada akhirnya, semua hal yang dikemukakan diatas pilalah yang memberikan motivasi terhadap guru untuk senantiasa memngembangkan dan meningkatkan kmampuannya sehingga apa yang diberkain kepada anak didiknya akan bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi kepentingan bangsa dan negara.
DAFTAR PUSTAKA
Jakiyah Darajat, Prof DR. Ilmu Pendidikan Islam. 1995. Bumi Aksara: Jakarta.
Hadlari Nawawi. Pendidikan Islam. 1987. Usaha Nasional: Surabaya.
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya.